Welcome
SEO vs Penulisan Murni, Dua Hal yang Bergerak di Satu Bidang

SEO vs Penulisan Murni, Dua Hal yang Bergerak di Satu Bidang

Mungkin bagi kebanyakan orang, menulis adalah sesuatu yang sangat remeh atau gampang dilakukan, bahkan oleh seorang yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Akan tetapi, yang patut menjadi perhatian adalah ada perbedaan mendasar di antara semua orang yang mampu menulis tersebut. Perbedaan tersebut terletak pada  masalah kelihaiannya dalam merangkai kata, karena semua orang memang dapat menulis, akan tetapi tidak semuanya mampu menjadi penulis.

Begitu pula dengan masalah penulisan artikel yang pure content writing dengan yang mengacu pada search engine optimization (SEO). Tulisan yang termasuk pure content writing adalah bentuk tulisan yang sangat mengedepankan masalah konten, kualitas dan juga mengandung segala kaidah penulisan yang baik dan benar, akan tetapi artikel yang berbasis SEO adalah lebih difokuskan untuk menjaring keyword agar dapt terindeks dengan mesin pencari dari Google (Google Search Index).

Hanya saja, banyak orang-orang yang ‘bermain’ dengan SEO justru terkesan memandang remeh tentang penulisan. Walaupun tidak semuanya seperti itu, namun banyak yang menganggap bahwa menulis adalah sesuatu yang mudah dan hanya perlu menuangkan apa yang dalam pikiran ke dalam media, kemudian disatukan dengan segala aturan SEO juga keyword yang dikehendaki, maka semuanya sudah dapat terselesaikan. Padahal tidak seperti itu pada teknisnya.

Teknis vs kreativitas

Tentunya secara gambaran kasar, teknis dan kreativitas adalah sesuatu atau 2 kata yang memiliki artian sangat berbeda. Bahkan jika harus digunakan dalam satu scope pekerjaan, keduanya juga terkesan bertolak belakang walaupun dapat saja sedikit disatukan, akan tetapi tidak dapat 100 persen. Begitu pula dengan pure content writing dengan SEO writing.

Dalam hal ini, SEO masuk kategori teknis yang mana dapat diibaratkan sebuah seni menarik untuk dapat mengerek peringkat sebuah situs naik di mesin pencarian di internet, khususnya Google. Hanya saja, dikatakan sebagai sebuah seni, namun SEO lebih terfokus pada teknis bagaimana memperbaiki arsitektur dari sebuah artikel sampai dengan situs yang bersangkutan serta menganilisisnya agar dapat terindeks lebih cepat dan tepat.

SEO vs Penulisan Murni

Jadi dapat dikatakan juga bahwa SEO adalah sesuatu yang sangat minim kreativitas dan justru terasa membelenggu penulis dengan kaidah dan aturan yang jika ditabrak akan kurang efektif lagi untuk dapat menarik perhatian sang mesin pencari.

Sedangkan penulisan murni lebih dapat dikatakan sebagai sebuah seni dalam menulis dan merangkai kata. Akan ada banyak kaidah perbahasaan, penggunaan beragam kosakata sampai dengan mentautkan antara satu paragraf dengan paragraf lain agar dapat enak dibaca.

Dalam hal ini, penulisan murni sangat bertolak belakang dengan aturan SEO yang lebih mengacu pada query dan keyword, karena terkadang keyword yang harus disisipkan, terlebih yang termasuk long tail keyword, justru akan merusak tulisan atau artikel tersebut.

Maka dapat dikatakan lagi bahwa sebenarnya SEO writing tersebut dibuat hanya untuk memenuhi struktural dari web dan aturan yang diberlakukan oleh mesin cari saja serta mayoritas tidak ada hubungannya dengan konten yang bersangkutan secara 100 persen.

Menyatukan SEO dan penulisan murni

Adalah sesuatu yang cukup sulit memang ketika harus menyatukan dua hal yang pada dasarnya memiliki aturan dasar berbeda. Akan tetapi, bukan sesuatu yang benar-benar tidak bisa dilakukan, karena untuk dapat menyatukan SEO dengan penulisan murni, maka dibutuhkan kreativitas dari sang penulis itu sendiri. Karena tanpa kreativitas dari sang penulis, maka artikel atau suatu kalimat yang ber-SEO akan menjadi aneh ketika dibaca. Oleh karenanya, penulis dituntut untuk dapat kreatif dengan menggunakan kata-kata serapan, teknik penulisan serta perbendaharaan kata yang sangat banyak.